Rabu, 02 Januari 2013


HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

Komisariat: SITU BULEUD
CABANG PURWAKARTA
         PURWAKARTA, 03/ 09 /2012
Perdamaian Sampang Madura                    
By: Fajar Maritim
Bhinneka Tunggal Ika, yang bisa diartikan bahwa perbedaan merupakan manifestasi daripada keesaan, pula sebagai gambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama, aliran agama dan kepercayaan. Dengan kata lain, keberagaman adalah keniscayaan bagi Indonesia. Namun ironis, realitas sosial Indonesia kekinian berkata lain, yang lebih ditunjukan kebhinekaannya, namun gagal menunjukan ke-tunggal ika-annya.
Kekerasan, perusakan dan penjarahan yang terjadi untuk kali kedua menimpa warga Syiah di Kampung Nakernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim Minggu (26/8), menyebabkan sedikitnya  2 orang meninggal, 6 orang luka serius dan sekitar 280 warga mengungsi.
Penyerangan yang terjadi untuk kali kedua tersebut, menandakan betapa lalai dan tidak seriusnya pemerintah dalam menangani kasus kriminalisasi terhadap kelompok minoritas. Penegakan hukum secara tegas dan lugas ditegakkan adalah keharusan. Bilamana keadaan seperti ini dibiarkan berlarut-larut maka ekskalasinya berpotensi meningkat dari waktu ke waktu dan atau padam lalu berulang.
Dengan ini, Himpunan Mahasiswa Islam menuntut tegas :
1.      Perdamaian Sampang, Madura.
2.      Keseriusan Pemerintah dalam menangani bentuk kriminalisasi terhadap kelompok minoritas warga syiah, Sampang, Madura
3.      Solusi Penanganan yang utuh, skema komprehensif yangmana secara permanen dapat mencegah terjadinya kasus-kasus serupa.
4.      Kedepankan penegakan Hukum & Hak azasi Manusia, Jangan sampai terjadi impunitas terhadap pelaku kekerasan.
5.      Bumikan dan Pertegas  4 (empat) Pilar Kebangsaan: Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1954.

Wassalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.


HMI