PURWAKARTA- Di bulan Ramadhan 1434 Hijriah, harga bahan pokok di sejumlah pasar di Purwakarta terus mengalami kenaikan. Kenaikan harga ini, merupakan dampak dari laju Inflasi yang tinggi sebesar 1, 50 % dan terus meningkat di sejumlah daerah di Jawa Barat. Disamping itu, permintaan barang di sejumlah pasar di bulan Ramadhan yang kian melonjak.
Berdasarkan survey di sejumlah pasar yang dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Purwakarta pada awal minggu ke dua bulan Juli. Didapat harga bahan-bahan pokok yang terbilang tinggi. Contohnya di Pasar Plered. Harga Dagaing sapi yang asal-nya Rp80 ribu, kini tembus Rp95 ribu per Kilogram. Harga daging Ayam Broiler yang asalnya berkisarRp25 ribu, kini tembus Rp40 ribu per kilogram. Kemudian, harga Telur dan Minyak sayur Curah juga terus mengalami kenaikan. Kini telur bertengger di kisaran Rp23 ribu per kilogram. Sementara, Minyak sayur curah di kisaran Rp12 ribu perkilogram-nya. Selain itu beras medium, bertahan di harga Rp 7 ribu per Kilogram.
“Kenaikan (Harga bahan- bahan Pokok) ini, selain akibat dari laju inflasi yang tinggi, juga karna permintaan barang di bulan ramadhan yang melonjak,” kata Kepala Seksi Penyaluran Barang Disperindag Purwakarta, Gunawan SE kepada Journal Stempel Merah, ditemui di ruang kerja-nya, Rabu (10/7).
Terkait pendistribusian barang, kata Gunawan, Disperindag Purwakarta sudah mengecek di pasar induk Caringin Bandung. Hasinya diketahui pasokan barang dari pasar induk caringin Bandung selalu lancar dan tak ada hambatan “Pasokan selalu lancar. Tidak ada keterhambatan pasokan dari pasar Induk. Persoalan distribusi bisa di jamin lancar,” kata Gunawan menambahkan.
Sementara, Rochmat (20) salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Rebo mengatakan kenaikan daging ayam mulai dirasa semenjak pemerintah menaikan harga BBM beberapa pekan lalu. Kemudian, diakuinya permintaan daging ayam di awal bulan ramadan ini, cukup besar. “Kerasa-nya sudah dari harga BBM naik. Mula-nya harga daging ayam kisaran Rp27 atau Rp 28 ribu per kilogram. Sekarang, sudah Rp38 samapai Rp40 per kilogram-nya,” ungkap Ujang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Purwakarta bahwa Inflasi gabungan dari tujuh kota di Jawa Barat pada Juni 2013 mencapai 1,50%, melebihi inflasi nasional yang hanya mencapai 1,03%. Melejitnya angka inflasi dipicu oleh kenaikan harga BBM yang digulirkan pemerintah pertengahan Juni 2013 lalu, sehingga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako).
Kenaikan harga sembako ini kontan membuat para ibu rumah tangga menepuk kening-nya. Seperti yang dikatakan Salah seorang Ibu Rumah tangga di Purwakarta, Yulan Mustika (25). Bahwa kenaikan harga sembako, sangat memberatkan perekonomian rumah tangga. “Pengen-nya harga sembako bisa normal dan terjangkau serta terbeli oleh masyarakat. Harusnya pemerintah bisa nyelesaikan persoalan sembako,” kata Yulan. (fjr)
